Langsung ke konten utama

SAYA KAMU MEREKA #DirumahSaja



Penulis & Ilustrasi : 
Ayu Sulistyowati 

Editor : 
Made Sugianto 

Tata Letak : 
Locca Chandra 

Penerbit : 
Pustaka Ekspresi 

Cetakan Pertama, Juni 2020 

ISBN : 
978-623-7606-32-1 

Buku ini ditulis oleh, seorang Ayu Sulistyowati, wartawan Kompas Bali yang begitu produktif dengan karya-karya tulisnya. Buku ini disusun bertepatan adanya pandemic Covid-19, disamping itu juga kenangann special perjalanan seorang Ayu dalam menekuni dunia Jurnalistiknya di harian Kompas selama 16 tahun 8 bulan.

Dan sejak 01 Mei 2020, Ayu mengambil pensiun dini di Harian Kompas dan sekarang, Selain terus menekuni tulis menulis, Ayu juga mencoba menjadi seorang wiraswasta, dengan membuka ‘Skesta Kopi’.

Saya, Kamu, dan Mereka, #Dirumahsaja, meneropong kesehariannya saat menjalani aktivitas disaat pandemic Covid-19, #DirumahSaja, banyak cerita, suka dukanya, ia tuturkan dengan apik dan runut.

Disamping itu, buku ini menjadi begitu menarik, karena disertai dengan gambar-gambar ilustrasi yang di-kerjakan oleh Ayu sendiri. Luar, biasa, penulis, illustrator dan juga sosok Ibu bagi tiga anak –anaknya dan juga terjun dalam dunia bisnis.

(ratman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bekal Dasar Menjadi Wartawan Profesional

Penulis :  Didiek Danuatmadja  &  W. Suratman Ukuran : 14 x 21 cm Jumlah Hal : i ii + 7 6 hlm ISBN : 978-602-95302-1-6 Cetakan : Pertama (I), Juli 2013 Penerbit : FATH PUBLISHING   Didistributor : PUSTAKA TAUFIQ JURNALISME sebenarnya merupakan ilmu yang tidak layak dipelajari sambil "berjalan". Sebagaimana disiplin ilmu-ilmu yang lain, upaya pemahamannya harus ditempuh dengan cara-cara yang sistematik dan metodis, agar kita bisa menguasainya secara utuh. Buku ini sekadar bahan    pengenalan yang sifatnya sangat elementer. Di dalamnya memang termuat berbagai sisi yang agak kompleks, tetapi, sebenarnya, jauh dari perfeksitas. H al-hal yang elementer itu tadi menjadi lebih minimalis untuk proses pembelajaran dan pengamalannya.   Yang harus dipahami sejak awal, jurnalistik itu sendiri merupakan suatu kegiatan intelektual ilmiah, bukan sekadar "ilmu perjuangan" untuk kanalisasi idealisme, sebagaimana sering didengung-­deng...

Keliling Indonesia, Dari Era Bung Karno Sampai SBY

BENARKAH - Bung Karno memiliki “keluarga gelap” dari Ronte ?, Rasa-rasanya musthail, kecuali kalau kabar ini muncul akibat muslihat cerdik seorang jurnalis yang dujuluki ‘Gelap Poyk”. Seorang guru yang membelot menjadi wartawan sekaligus penulis nyeniman, ia juga memiliki sederat ‘profesi’ sampingan lainnya seperti tukang tilep berita, asisten mantri cacar, tentara gadungan, dan pelancong bermodal dengkul. Petualangan nekat itu membawanya ke seantero Indonesia, yang disusurinya hingga pojok-pojok tergelap dan terjoroknya. Dan semua itu dilakoninya demi menghasilkan tulisan yang membuatnya sempat ‘didewakan’ di bumi Pahariyangan dan diangkat anak oleh seorang gubernur sekaligus nyaris dibacok di Jalur Trans Sumatra. Sebuah laporan penjelajahan negeri dengan bahasa yang ringan dan nakal tetapi berbobot dan penuh makna, buku ini dapat menjadi saksi pertumbuhan dan perkembangan beberapa bagian dari negeri ini dari zaman Sukarno sampai SBY. Inilah catatan perjalanan seorang jurnalis petu...

Sajak Kota Kota

Judul : Sajak Kota Kota  (Kumpulan Puisi)  Penulis : Rd.Nanoe Anka Penerbit : Metaforma Internusa  Harga : Rp.75.000,- Kota-kota yang disinggahinya memiliki kesan yang mendalam, membekas dan melekat pada lembaran catatan dengan untaian aksara, tertuang dalam sajak yang ditulis oleh, Rd.Nanoe Anka, dalam buku kumpulan puisi berjudl ‘Sajak Kota Kota’ yang menceritakan tempat-tempat yang dikunjungi pada kota-kota besar yang ada di mancanegara, tetapi dari daerah-daerah di Indonesia pun menjadi hal menarik, karena setiap sudut tempat persinggahan terhampar berbagai macam cerita, jika dituangkan ke dalam karya sastra akan tersimpan, terdokumentasi, yang kelak bisa dibaca oleh anak-anak cucu dan generasi penerus di masa mendatang. Pendokumentasian perjalanan yang ditulis Rd. Nanoe Anka dalam bentuk sajak patut diapresiasi, apalagi disisipi sketsa-sketsa yang sebagian diguratnya sendiri. Dari setiap sketsa-sketsa yang digoresnya, secara spontan dengan tinta hitam nampak terlihat...